Awalnya, ditengah keterpurukan dan beban hidup yang begitu tinggi, siakang ‘panggilan akrab saya ke beliau, melamun didepan bangunan yang sedang diperbaiki. Sayangnya lamunannya didepan aktivitas para pekerja bangunan malah menjadikannya inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan.
Dalam hatinya yang “nakal”, ia berfikir “kira-kira asyik juga kalau para pekerja kreatif itu ia jadikan sebagai partner, karena sangat besar kemungkinan kalau para pekerja tersebut tidak memasarkan kemampuan mereka dengan apik”. Dari situ ia mulai mendekati, bertanya-tanya tentang aktifitas para pekerja bangunan, sampai terjadi komunikasi kira-kira seperti ini, “bapak, punten, kalau bapak sudah sering kerjain bangunan ?” Tanya siakang. “sudah pak, kalau bapak mah sudah dari umur 20an” jawab pekerja bangunan yang diperkiraka usianya sudah sekitar 45 tahunan. Singkat kata, siakang meminta sibapak pekerja bangunan tadi untuk menjadi partnernya. Siakang mengumpulkan foto-foto hasil pekerjaan sibapak, lalu kemudian mengemasnya menjadi sebuah porto folio perusahaan baru hasil dari lamunannya tadi, dan kemudian dengan keberanian ia tawarkan dari rumah-kerumah, dari mulut ketelingan. Sampai kemudian hasilnyapun tidak mengecewakan, dan alhamdulillah, dengan kegigihan dan azzamnya untuk bangkit dari keterpurukan, ia sekarang sudah menjadi orang yang berhasil dan mampu merangkul banyak partner dan relasi.






0 Tanggapan ke “Orang cerdas, lamunannya membawa rezeki”