Anda yang pernah berhadapan dengan mata kuliah Struktur Data atau Statistikan pasti paham akan pentingnya sebuah data. Dalam sebuah survey untuk mendapatkan sebuah data tentang kependudukan yang berisi tempat, tanggal lahir penduduk satu provisi yang terdiri dari beberapa kota dimana kota tersebut terdiri dari beberapa kecamatan dan titik terendah sebuah klasifikasi adalah kecamatan, diperlukan sebuah proyek yang melibatkan banyak pihak dan tentu memakan banyak biaya.
Inilah yang menjadikan data begitu mahalnya. Lantas untuk apa data-data itu dikumpulkan ?, pada dasarnya data-data itu seharusnya digunakan oleh penguasa untuk berstrategi dalam mensejahterakan rakyatnya. Contoh kasus, data kelahiran digunakan oleh pemerintah untuk mengetahui berapa jumlah putra-putri usia sekolah di negeri ini dalam beberapa tahun kedepan.
Sehingga pemerintah dapat mempersiapkan sekolah-sekolah untuk mereka. Namun, pada faktanya data-data tersebut dikumpulkan hanya untuk sebuah proyek tahunan sebagai sarana menghabiskan dana yang “wajib” dihabiskan. Hingga akhirnya data-data tersebut didapatkan dari fakta dan keterangan yang bersifat “sampah” dan keluar sebagai kumpulan data “sampah”, tidak ada fungsi, tidak ada guna. Hanya sebagai sarana keluarnya dana proyek.







0 Tanggapan ke “Garbage In, Garbage Out”